Ekonomi Berputar

Ekonomi Berputar adalah antitesis terhadap ekonomi linier yang rakus sumberdaya. Ditujukan untuk mendorong pelaku usaha meninggalkan sistem ekonomi linier yang rakus bahan mentah. Ekonomi berputar adalah model produksi dan konsumsi, yang melibatkan berbagi, menyewakan, menggunakan kembali, memperbaiki, memperbarui, dan mendaur ulang bahan dan produk yang ada selama mungkin.

Tujuannya untuk mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, limbah, dan polusi. Ini didefinisikan bertentangan dengan ekonomi linier tradisional, ekonomi kapitalistik.

Ekonomi Linier

Dalam ekonomi linier, sumber daya alam diubah menjadi produk yang pada akhirnya ditakdirkan untuk menjadi limbah karena cara mereka dirancang dan dibuat. Proses ini sering diringkas dengan “ambil, buat, buang”.

Sebaliknya, ekonomi sirkular menggunakan pendekatan mengurangi, mendaur ulang, perolehan kembali, dan memperbaiki untuk menciptakan sistem loop tertutup, meminimalkan penggunaan input sumber daya yang menghasilkan limbah, polusi dan emisi karbon.

Kampanye ekonomi berputar bertujuan untuk mendorong masyarakat menjaga produk, bahan, peralatan, dan infrastruktur untuk digunakan lebih lama, sehingga meningkatkan produktivitas sumber daya ini. Bahan limbah dan energi harus menjadi input untuk proses lain melalui valorisasi limbah. Baik sebagai komponen atau sumber daya yang dipulihkan untuk proses industri lain atau sebagai sumber daya regeneratif. Untuk alam (misalnya, kompos).

4R Pada Ekonomi Berputar

Ekonomi sirkular sebagai ekonomi industri yang restoratif atau regeneratif dengan desain dan tujuan.mendorong program ekonomi berputar dengan pendekatan 4R.

Yaitu Reduce, ReuseRecycle dan Rot. Empat prinsip ini didapat melalui pengurangan pemakaian material mentah dari alam (reduce). Melalui optimasi penggunaan material yang dapat digunakan kembali (reuse). Penggunaan material hasil dari proses daur ulang (recycle) dan hasil pembusukan sampah organik (rot).

Baca juga tentang Autism

16 Likes

Author: Rully Syumanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *