Perjalanan Kopi

Perjalanan kopi sedemikian panjang. Kopi yang anda nikmati telah melalui tahapan hingga dituang ke cangkir anda. Antara waktu ditanam, dirawat, di panen hingga dijual, biji kopi melalui sejumlah tahapan hingga menemukan bentuk terbaiknya.

1. Penananam

Perjalanan Kopi umumnya ditanam dari biji. Bila tidak melalui pengeringan, ditumbuk dan diroasting maka biji ini bisa ditanam dan tumbuh menjadi pohon kopi.

Penanganan awalnya sama dengan tanaan lain. Ditenpatkan pada baki bibit, dilindungi dari sinar matahari. Dirawat sampai cukup kuat untuk dipindahkan ke media tanam yang lebih besar – lahan.

Penanaman sebaiknya dimulai sebelum hujan. Agar akar cukup kokoh dan kuat mana kala hujan datang menerpa.

2. Memanen Biji Kopi Ceri

Biji kopi yang masih berbalut kulit luar disebut dengan biji ceri. Tergantung dengan varietas, biji kopi yang tumbuh dari biji biasanya membutuhkan waktu 3 – 5 tahun untuk berbuah. Buah ini disebut ceri kopi berwarna hijau dan menjadi merah pekat saat matang dan siap dipanen.

Masa panen biasanya sekali dalam setahun. Disebut panen besar. Diantaranya juga anda panen antara yang produksi buahnya tidak sebanyak panen besar.

Pada daerah-daerah yang sulit, panen dilakukan secara manual engan kerja padat karya. Namun pada daerah yang memiliki landscape relatif datar prosesnya telah dimekanisasi baik dengan tangan dan mesin, striped picked. Semua kopi dilucuti dari batagnya sekaligus tanpa dipilih.

Pada proses panen secara manual, biji kopi dapat dipilih hanya yang benar-benar telah matang sehingga menjamin kesempurnaan biji. Dengan cara ini maka ongkos pekerja menjadi lebih besar dan seringkali digunakan hanya untuk kopi jenis arabica dimana mekanis mesin tidak dapat dijangkau.

Seorang pemetik yang baik biasanya bisa menghasilkan 45 – 100 kilogram biji ceri setiap harinya. Dari jumlah ini akan didapat kurang lebih 13 – 30 kg biji kopi. Panen pekerja kemudian ditimbang dengan hati-hati dan langsung diangkut ke pabrik pengolahan. Disini perjalanan kopi baru sampai 20 persen dari perjalanan panjangnya.

3. Proces Biji Ceri

Perjalanan kopi berikutnya adalah pengolahan. Biji ceri kopi biasanya langsung dioleh untuk menghindari pembusukan, dengan dua cara:

Metode konvensional adalah metode yang paling sering digunakan dimana kopi di hampar pada dataran untuk dijemur. Untuk mencegah kerusakan maka kopi ceri dibolak balik beberapa saat, ditutup pada malam hari dan pada saat hujan untuk mencegah dari basah.

Tergantung dengan sinar matahari, proses ini bisa berlangsung beberapa minggu sampai kadar air turun hingga 11 persen.

Pada proses yang lebih modern, biji ceri kopi melalui mesin pengupas untuk memisahkan kulit dan ampas dari biji kopi.

Melalui mekanisme tertentu, biji kopi dipisahkan menurut berat saat melalui saluran air. Yang lebih ringan akan mengapung dan yang lebih berat akan tenggelam. Kemudian dipilah lagi berulang-ulang berdasarkan ukuran.

Setelah pemisahan, biji diangkut ke tangki fermentasi yang besar dan diisi air. Tergantung pada kombinasi faktor – seperti kondisi kacang, iklim dan ketinggian – mereka akan tetap berada di tangki ini selama 12 hingga 48 jam untuk menghilangkan lapisan licin dari lendir (disebut parenkim) yang menempel di perkamen.

Saat di tangki, enzim yang terjadi secara alami akan menyebabkan lapisan ini larut. Saat fermentasi selesai, biji terasa kasar saat disentuh. biji kemudian dibilas dengan melalui saluran air tambahan, dan siap untuk dikeringkan.

4. Pengeringan

Jika biji telah diproses dengan metode basah, biji yang sudah diolah dan difermentasi sekarang harus dikeringkan sampai sekitar 11% agar lebih siap menuju proses berikutnya.

Biji ini masing dalam perkamen (endocarp), dijemur dengan menyebarkannya di meja atau lantai pengeringan, di mana mereka diputar secara teratur, atau mereka dapat dikeringkan dengan mesin dalam gelas besar.

Kopi ini dikenal dengan kopi perkamen dan disimpan dalam kantong goni atau sisal sampai siap untuk perjalanan kopi berikutnya : diekspor.

5. Penggilingan

Sebelum dijual, kopi perkamen diproses untuk menghilangkan lapisan perkamen (endocarp) dari kopi olahan basah. Penggilingan kopi kering berarti juga melalui proses menghilangkan seluruh kulit kering – exocarp, mesocarp dan endocarp – dari ceri kering.

Penilaian dan Penyortiran dilakukan berdasarkan ukuran dan berat, dan kacang juga ditinjau untuk cacat warna atau ketidaksempurnaan lainnya.

Kacang berukuran dengan dilewatkan melalui serangkaian filter. Mereka juga disortir secara pneumatik dengan menggunakan jet udara untuk memisahkan berat dari kacang-kacangan ringan. Biasanya, ukuran kacang direpresentasikan pada skala 10 sampai 20.

Angka tersebut mewakili ukuran diameter lubang bundar dalam hal 1/64 inci. Kacang nomor 10 adalah ukuran perkiraan lubang dengan diameter 10/64 inci, dan kacang nomor 15, 15/64 inci.

Proses manual tetap dibutuhkan untuk menghilagkan biji yang cacat yang tidak bisa dilakukan oleh mesin. Biasanya ini berhubungan dengan ukuran atau perubahan warna, rusak karena serangga atau proses fermentasi yang berlebihan. Di banyak negara, proses ini dilakukan dengan tangan, memastikan hanya biji kopi kualitas terbaik yang diekspor.

6. Menjual Biji

Kacang yang sudah melalui proses diatas disebut kopi hijau. Seringkali kopi hijau ini dijual apa adanya dalam jumlah besar ke berbagai mancanegara. Salah satu tujuannya adalah agar biji kopi lebih awet saat sampai ditujuand an bisa dipergunakan lebih lama dibanding dalam bentuk bubuk.

7. Proses Pencicipan

Hal lain karena proses penggilingan dan pembubukan kopi menjadi ciri khas dari masing-masing negara atau brand untuk menghasilkan kopi sesuai citarasa standard yang mereka miliki.

Proses ini dilakukan biasanya dilakukan sebelum pembelian dalam jumlah besar oleh buyer. Sample biji kopi di roasting di ruangan yang memang dirancang untuk itu. Kopi akan dievaluasi baik dari kualitas visual secara keseluruhan maupun lewat filter cupper – pengecap.

Cupper mencicipi kopi yang dihasilkan dari takaran yang pas.

Pengecap akan menumbuk dan meroasting kopi dan memasukkannya kedalam air panas mendidih yang sesuai perhitungan lalu dihidangkan. Cupper akan mencicipi kopi ini. Cupper memegang peranan penting dalam bisnis ini. Citarasa yang dinilai akan menentukan bagaiaman bisnis kopi ini kedepannya setelah mendapatkan produk dalam jumlah besar.

Untuk mencicipi kopi, cupper menghirup sesendok dengan inhalasi cepat. Tujuannya adalah untuk menyemprotkan kopi secara merata di atas lidah, dan menimbangnya di lidah sebelum dimuntahkan.

Sampel dari berbagai batch dan biji yang berbeda dicicipi setiap hari. Kopi tidak hanya dianalisis untuk menentukan karakteristik dan kekurangannya, tetapi juga untuk tujuan memadukan biji yang berbeda atau membuat ukuran kematangan yang tepat.

Cupper yang ahli dapat mencicipi ratusan sampel kopi sehari dan masih merasakan perbedaan halus di antara mereka.

8. Memanggang Kopi

Roasting kopi adalah proses mengubah biji kopi hijau menjadi biji coklat aromatik yang dapat anda beli dimana saja.

Sebagian besar mesin roaster mempertahankan suhu sekitar 250 derajat Celcius. Bijibiji ini terus bergerak agar tidak terbakar.

Ketika mereka mencapai suhu internal sekitar 200 derajat C, mereka mulai berubah menjadi cokelat dan caffeol, minyak wangi yang dikunci di dalam biji, mulai muncul.

Proses ini disebut pirolisis dan merupakan jantung dari pemanggan – menghasilkan rasa dan aroma dari kopi yang kita minum.

Setelah dipanggang, biji kopi langsung didinginkan baik melalui udara atau air. Pemanggangan umumnya dilakukan di negara pengimpor karena biji yang baru dipanggang harus mencapai konsumen secepat mungkin.

9. Menggiling Kopi

Tujuan penggilingan adalah untuk mendapatkan citaras terbaik dalam secangkir kopi. Kasar halusnya kopi tergantung pada pembuatan dan tujuannya. Perlu diingat adalah, semakin halus kopi digiling maka semakin sedikit waktu yang tersisa bagi kopi sebelum membusuk.

Kopi bubuk untuk mesin espresso jauh lebih halus daripada kopi yang diseduh dalam sistem infus.

Mesin espresso menggunakan tekanan 132 pound per inci persegi untuk mengekstraksi kopi. Luangkan waktu sebentar untuk mencium aroma kopi yang telah di tumbuk. ia akan memberi efek energi pada otak.

10. Menyeduh Kopi

Proses penyeduhan sangat beraga, Saya tidak akan menjelaskannya disini karena ada banyak versi. Saya akan membahasnya lain kali. Selamat menikmati kopi. Nikmati selagi panas.

13 Likes

Author: Rully Syumanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *