Perubahan Iklim Kerusakan Lingkungan Polusi Sungai Cisadane, Sumber Air Jutaan Orang

Polusi Sungai Cisadane, Sumber Air Jutaan Orang

Polusi Sungai Cisadane yang sekaligus sebagai sumber air bagi jutaan orang adalah sebuah masalah besar. Sungai panjang ini mengalir dari Kabupaten Tanggerang, Kota Tanggerang hingga Tanggerang Selatan.

Sungai yang sekaligus menjadi sumber ait bagi PDAM ini terus mengalami pencemaran berat terutama dari limbah pabrik dan industri. Bukan hanya itu, pencemaran juga mengancam ekologi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berdampak pada terganggunya sumber irigasi pertanian di wilayah tersebut.

Buangan limbah dari masyarakat yang ada disepanjang sungai juga turut menambah polusi sungai Cisadane. Belum lagi TPA Cipeucang yang beroperasi secara legal di bantaran sungai yang akan menimbulkan pertanyaan bagaimana sebuah TPA di bantaran sungai mendapatkan sertifikasi AMDAL.

Coffelover? You Shoul Read Ths
Kopi dan Islam, Dua Hal Yang Tidak Bisa Dipisahkan
Biji Kopi Untuk Kopi Dingin, Mana Yang Terbaik

Informasi berkaitan dengan autism
Apa itu Autis
Apakah Anak Saya Autis?
Dibalik Autism, Lebih Dari Sekedar Gen

Akibat yang ditimbulkan dari buangan sampah rumah tangga dan TPA ini menyebabkan pendangkalan yang cukup parah. Belum lagi bila kita mendapatkan bahwa tembok pembatas antara TPA dengan sungai seringkali jebol. menyebabkan tumpahnya sampah menutupi bantaran sungai. Bukan saja pendangkalan dan air yang tercemar berat, warga juga dipaksa mencium aroma busuk sampah.

Polusi Sungai Cisadane, Sumber Air Jutaan Orang
Polusi Sungai Cisadane, Sumber Air Jutaan Orang

Bukan sekali dua kali warga melaporkan masalah ini kepada pihak terkait namun tidak ada tanggapan sama sekali.

Salah Satu Sungai Besar Di Indonesia

Sungai Cisadane merupakan salah satu sungai besar di Indonesia yang melintasi dua provinsi yaitu Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten. Sungai ini berasal dari kaki Gunung Salak dan Gunung Pangrango yang mengalir ke utara melalui Kota Bogor, Ciampera, Tangerang dan berakhir di muara Laut Jawa.

Sungai Cisadane memiliki banyak anak sungai seperti sungai Cisodong, Cibogo, Citempuan, Ciaten, Cisidangbarang, Cipanas dan masih banyak lagi. Debit minimum sungai Cisadane mencapai 26,54 m3/s dan maksimum 484,43 m3/s.

Kota Tangerang memiliki 3 Daerah Aliran Sungai (DAS) yang mengalir di dalamnya, yaitu DAS Cisadane, DAS Cirarab, dan DAS Angke. Dari ketiga DAS tersebut, Sungai Cisadane merupakan yang terpanjang dan memiliki lebar sungai terlebar. Panjang DAS Cisadane di wilayah Kota Tangerang mencapai 15 Km, sedangkan lebar rata-rata 100 m dengan kedalaman 12,5 m, dan debit 70 m3/detik.

Mata air Sungai Cisadane terletak di Gunung Salak-Pangrango dengan posisinya di selatan Kabupaten Tangerang dan merupakan sungai yang cukup besar melintasi Tangerang dan Bogor. Total panjang sungai sekitar 80 kilometer yang bermuara di Laut Jawa.

Letak Geografis Sungai Cisadane yang terletak di seluruh Provinsi Banten secara geografis terletak antara 1060 5′ dan 1060 9′ Bujur Timur dan 50 00′ dan 60 80′ Lintang Selatan. Luas DAS Cisadane kurang lebih 1.343,77 km2 dengan panjang sungai 79,6 km.

46 Persen Sungai di Indonesia Tercemar Berat

Pencemaran lingkungan yang terjadi di Sungai Cisadane semakin menegaskan bahwa keberadaan sungai di Indonesia saat ini semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 46 persen sungai di Indonesia tercemar berat, 32 persen tercemar berat, 14 persen tercemar sedang, dan 8 persen tercemar ringan.

Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pencemaran sungai disebabkan oleh berbagai faktor.

Buangan sampah masyarakat juga turut memberikan andil pada status Sungai Terkotor

Peningkatan pertumbuhan penduduk dan percepatan ekonomi berdampak pada perairan pedalaman (sungai). Pencemaran dan perubahan habitat di sekitar perairan menyebabkan kerusakan ekosistem.

10 Likes

Author: Rully Syumanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »