Sejarah Rendang



Ceunah Keuken | Rendang. Semua orang yang tinggal di Indonesia pasti mengenal makanan ini. Tidak heran karena hampir seluruh pelosok negeri terdapat rumah makan padang yang menyediakan makanan ini.

Rendang juga dinobatkan sebagai makanan paling lezat didunia berdasarkan survei yang dilakukan oleh CNN. Bahkan Burger King pernah memperkenalkan Burger Rendang dalam salah satu menunya. Di Asia Tenggara sendiri rendang juga dapat ditemukan di Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, dan Thailand.

Meskipun dikenal sebagai masakan tradisional Minangkabau, setiap daerah di Minangkabau memiliki racikan tersendiri, Tehnik memasak dan bahkan penggunaan bumbunyapun berbeda. Dengan demikian klaim bahwa rendang harus berminyak atau kering atau berwarna tertentu menjadi tidak valid. Semua dikembalikan pada darimana tehnik memasak itu berasal.

Rendang adalah masakan yang kaya bumbu rempah dan dimasak sedikitnya selama 4 jam sehingga didapatkan tekstur masakan yang kehitaman dan agak sedikit kering. Bila dimasak dalam waktu singkat maka kita akan mendapatkan warna kuning keemasan dan disebut dengan klio atau kalio. Dengan penggunaan rempah alami yang bersifat antiseptik rendang dapat disimpan hingga berminggu-minggu lamanya.

Sejarah Rendang
Karena kita tidak telaten dalam menuliskan perjalanan sejarah membut banyak pencapaian sejarah yang tidak terdokumentasikan dengan baik. Rekaman tertua yang pernah ada mengenai rendang ada pada awal abad 19. Disitu terekam kebiasaan masyarakat Minangkabau yang seringkali melakukan perjalanan menuju selat malaka. Perjalanan dilakukan melalui jalur air dan seringkali memakan waktu hingga 1 bulan lamanya.

Meskipun tidak ada rekaman valid dan hanya berdasarkan cerita turun temurun, diyakini rendang sudah ada sejak abad ke 16. Rendang karena daya tahannya, menjadi makanan wajib dari perantau hingga klan-klan yang membuka perkampungan baru sepanjang pantai timur sumatera hingga Singapura dan Malaysiua.

Rendang itu sendiri berasal dari kata “merandang” yaitu memasak santan hingga kering secara perlahan. Kolonel Stuers pada tahun 1827 juga secara implisit menyebut makanan ini sebagai makanan yang dihitamkan dan dihanguskan sehingga lebih tahan lama.

Pengetahun tentang membuat rendang diyakini karena akulturasi budaya Arab dan India yang tinggal disepanjang pantai Timur. Saya sendiri menilai kedatangan bangsa Mesir di sepanjang pantai timur Sumatera jauh dilakukan sebelum masehi karena adanya kebutuhan barus (kapur). Barus adalah salah satu daerah yang berada di dekat Sibolga. Akulturasi budaya ini akhirnya memperkenalkan kari sebagai makanan dari India pada abad ke 15. Kari kemudian diolah lebih lama lagi oleh masyarakat minangkabau sehingga lebih kering dan tahan lama

Demikian lah sekelumit tentang sejarah rendang diambil dari berbagai sumber.

3 Likes

Author: Rully Syumanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *