DOKTRIN PERJUANGAN

DOKTRIN PERJUANGAN

Dunia Sedang Berubah. Pertanyaannya: Siapa yang Menentukan Arahnya?

Perubahan iklim sering diperlakukan sebagai masalah lingkungan.

Kami tidak melihatnya seperti itu.

Bagi kami, perubahan iklim adalah gejala dari sesuatu yang lebih dalam.

Gejala dari sistem yang terlalu lama mengambil dari masa depan untuk membayar kenyamanan hari ini.

Gejala dari politik yang berpikir lima tahun ke depan, tetapi mengabaikan lima puluh tahun berikutnya.

Gejala dari ekonomi yang menghitung keuntungan, tetapi menghapus biaya kerusakan dari neraca.

Gejala dari kebohongan yang dipoles menjadi kampanye hijau.

Karena itu perjuangan kami bukan sekadar menurunkan emisi.

Perjuangan kami adalah memperjuangkan masa depan yang layak diwariskan.


Kami Memilih Pihak

Kami memilih berpihak pada generasi yang akan hidup paling lama dengan akibat keputusan hari ini.

Kami memilih berpihak pada warga yang menanggung biaya dari pembangunan yang tidak adil.

Kami memilih berpihak pada masyarakat yang menghadapi banjir, panas ekstrem, pangan yang semakin mahal, dan ruang hidup yang semakin rapuh.

Kami percaya bahwa ukuran keberhasilan sebuah bangsa bukan hanya pertumbuhan ekonominya.

Tetapi kemampuan bangsa itu menjaga kehidupan generasi berikutnya.



Tiga Musuh Utama

Musuh Pertama: Politik Jangka Pendek

Terlalu banyak keputusan dibuat untuk memenangkan pemilu berikutnya.

Terlalu sedikit keputusan dibuat untuk melindungi generasi berikutnya.

Kami percaya masa depan tidak bisa dikelola dengan logika masa jabatan.


Musuh Kedua: Ekonomi Ekstraktif

Kami menolak gagasan bahwa kemajuan harus dibayar dengan kerusakan.

Kami menolak sistem yang mengambil sebanyak mungkin dari alam, masyarakat, dan masa depan, lalu menyerahkan tagihannya kepada generasi berikutnya.

Pertumbuhan tanpa tanggung jawab bukan kemajuan.

Itu utang yang disamarkan.


Musuh Ketiga: Greenwashing

Kami menolak solusi palsu.

Kami menolak pencitraan yang menyamar sebagai perubahan.

Kami menolak jargon yang digunakan untuk membuat kerusakan terlihat ramah lingkungan.

Karena masa depan tidak bisa diperbaiki dengan desain grafis.


Jalan Perjuangan Kami

Kami percaya perubahan iklim harus dipahami melalui pintu keadilan.

Karena setiap krisis iklim selalu memiliki pertanyaan yang sama:

Siapa yang menikmati manfaatnya?

Siapa yang membayar ongkosnya?

Siapa yang memiliki kekuasaan?

Siapa yang kehilangan pilihan?

Karena itu kami tidak memisahkan perjuangan iklim dari:

  • keadilan energi
  • keadilan pangan
  • keadilan kota
  • keadilan informasi
  • keadilan antargenerasi

Indonesia yang Kami Perjuangkan

Kami memperjuangkan Indonesia yang lebih tangguh.

Indonesia yang mampu memberi makan rakyatnya di tengah iklim yang berubah.

Indonesia yang tidak menyerahkan ketahanan pangannya kepada keberuntungan cuaca atau pasar global.

Kami memperjuangkan Indonesia yang lebih akuntabel.

Di mana pemerintah, perusahaan, dan institusi publik dapat ditagih atas keputusan yang mereka ambil.

Karena demokrasi yang sehat bukan hanya soal memilih pemimpin.

Tetapi juga soal kemampuan warga mengawasi kekuasaan.


Dari Media Menjadi Gerakan

Kami memulai sebagai media.

Karena perubahan selalu dimulai dari kesadaran.

Tetapi tujuan akhir kami bukan sekadar menjadi media.

Tujuan kami adalah membangun komunitas.

Menghubungkan warga.

Menumbuhkan keberanian.

Mengorganisir pengetahuan.

Mengubah kecemasan menjadi tindakan.

Dan pada akhirnya membangun kekuatan masyarakat yang mampu memperjuangkan masa depannya sendiri.


Tiga Tahap Perjuangan

Tahap Pertama

Menyadarkan

Membantu masyarakat memahami bahwa dunia memang sedang berubah.


Tahap Kedua

Menguatkan

Membantu masyarakat bertahan di tengah perubahan.


Tahap Ketiga

Mengorganisir

Membangun kekuatan warga yang mampu menuntut perubahan sistem.


Ukuran Keberhasilan Kami

Kami tidak mengukur keberhasilan dari jumlah tayangan.

Kami tidak mengukur keberhasilan dari jumlah pengikut.

Kami tidak mengukur keberhasilan dari viralitas.

Keberhasilan kami diukur ketika:

  • lebih banyak warga memahami akar masalah
  • lebih banyak anak muda berani bersuara
  • lebih banyak kebijakan bisa ditagih
  • lebih banyak komunitas tumbuh
  • lebih banyak wilayah menjadi lebih tangguh
  • lebih banyak masa depan berhasil dipertahankan