Benih pangan menentukan apa yang bisa ditanam, dipanen, dan dikembangkan petani. Karena itu, pertanyaan tentang siapa mengendalikan benih pangan dunia sebenarnya adalah pertanyaan tentang kekuasaan dalam sistem pangan.
Jawabannya tidak sesederhana satu perusahaan. Pasar benih berbeda menurut tanaman, negara, teknologi, dan jenis benih. Namun, konsentrasi sangat kuat muncul pada beberapa tanaman komersial utama.
Data USDA menunjukkan Bayer dan Corteva menguasai lebih dari separuh penjualan benih jagung, kedelai, dan kapas di Amerika Serikat pada 2018–2020. USDA juga mengidentifikasi Bayer, Corteva, Syngenta Group, dan BASF sebagai empat perusahaan utama dalam pasar benih tanaman dan bahan kimia pertanian.
Di sinilah persoalannya menjadi lebih besar. Benih bukan sekadar barang yang dibeli sebelum musim tanam.
Benih membawa genetika, teknologi, paten, data, dan keputusan tentang karakter tanaman. Siapa yang menguasai semua unsur itu memiliki pengaruh besar terhadap arah pertanian.
Benih pangan dunia tidak dikendalikan satu perusahaan
Istilah “mengendalikan” perlu digunakan secara hati-hati.
Tidak ada bukti bahwa satu perusahaan memiliki seluruh benih pangan dunia. Pasar benih sangat beragam dan berbeda antara satu tanaman dengan tanaman lainnya.
OECD menemukan konsentrasi yang berbeda-beda berdasarkan tanaman dan negara. Pasar benih gula bit, kapas, bunga matahari, jagung, dan kanola cenderung lebih terkonsentrasi. Pasar kentang, kedelai, gandum, dan barley lebih beragam.
Karena itu, lebih tepat membicarakan konsentrasi pasar benih komersial.
Kita juga perlu membedakan benih komersial dengan sistem benih petani. FAO menjelaskan bahwa sistem benih dunia melibatkan petani, perusahaan, lembaga penelitian, pemerintah, pasar lokal, dan organisasi masyarakat.
Artinya, perusahaan besar memang memiliki kekuatan besar. Namun, mereka bukan satu-satunya sumber benih bagi manusia.
Siapa yang mengendalikan benih pangan dunia?
Jika kita membahas benih komersial tanaman utama, empat nama paling sering muncul.
1. Bayer
Bayer menjadi salah satu pemain terbesar setelah mengakuisisi Monsanto pada 2018.
Akuisisi tersebut menggabungkan bisnis benih, bioteknologi, dan perlindungan tanaman. Namun, regulator meminta Bayer menjual sebagian besar bisnis benihnya untuk mengurangi masalah persaingan.
Aset tersebut kemudian dijual kepada BASF. OECD mencatat transaksi tersebut membuat BASF menjadi pemain penting dalam pasar benih global.
Saat ini Bayer tetap memiliki bisnis besar dalam benih dan traits. Perusahaan mengembangkan benih melalui pemuliaan tanaman, bioteknologi, dan teknologi genetika.
Bayer juga memiliki bisnis benih sayuran melalui merek seperti Seminis dan De Ruiter.
Kekuatan Bayer karena itu tidak hanya berasal dari jumlah benih yang dijual. Kekuatan tersebut juga berasal dari teknologi yang melekat pada benih.
2. Corteva
Corteva terbentuk dari pemisahan bisnis pertanian DowDuPont.
Perusahaan ini memiliki posisi sangat kuat pada benih jagung dan kedelai. Merek Pioneer menjadi salah satu aset utamanya.
Data USDA memberikan gambaran yang lebih jelas daripada klaim pemasaran perusahaan.
Pada 2018–2020, Bayer dan Corteva bersama-sama menyumbang 72 persen area jagung dan 66 persen area kedelai yang ditanam di Amerika Serikat.
Angka tersebut bukan pangsa seluruh dunia.
Namun, angka itu menunjukkan bagaimana konsentrasi dapat menjadi sangat tinggi pada tanaman tertentu.
Corteva juga menggabungkan benih dengan teknologi traits dan perlindungan tanaman. Pola tersebut membuat benih semakin terhubung dengan ekosistem input pertanian lainnya.
3. Syngenta
Syngenta merupakan pemain besar lain dalam benih dunia.
Syngenta diakuisisi ChemChina pada 2017. Perusahaan tersebut kemudian menjadi bagian dari Syngenta Group yang berpusat secara manajemen di Swiss dan terdaftar di Shanghai.
Syngenta Seeds memiliki posisi kuat pada jagung, kedelai, bunga matahari, serealia, dan sayuran.
Dalam laporan 2025, Syngenta Group mencatat penjualan bisnis benih sebesar US$4,8 miliar. Penjualan tersebut mencakup field crops dan vegetable seeds.
Syngenta juga menyatakan memiliki 12.000 pekerja di bisnis benih dan beroperasi di lebih dari 100 negara. Perusahaan menyebut jaringan lebih dari 150 fasilitas penelitian dan produksi.
Posisi tersebut membuat Syngenta menjadi salah satu pemain penting dalam pemuliaan, produksi, dan distribusi benih.
4. BASF
BASF juga menjadi pemain penting setelah mengambil aset benih yang dilepas Bayer.
Perusahaan ini sebelumnya lebih dikenal sebagai perusahaan kimia. Namun, restrukturisasi industri membuat BASF masuk lebih dalam ke bisnis pertanian.
BASF kini menggabungkan benih dan traits dengan perlindungan tanaman serta solusi pertanian lainnya.
BASF mencatat penjualan divisi Agricultural Solutions sebesar €9,59 miliar pada 2025. Divisi tersebut mencakup berbagai produk pertanian, sehingga angka itu bukan angka penjualan benih saja.
Pembedaan ini penting.
Kita tidak boleh menggunakan pendapatan seluruh divisi pertanian BASF sebagai ukuran pangsa pasar benih.
Mengapa empat perusahaan ini begitu kuat?
Jawabannya bukan hanya karena mereka menjual banyak benih.
Kekuatan utama berada pada pemuliaan tanaman, genetika, teknologi traits, kekayaan intelektual, penelitian, dan distribusi.
OECD menjelaskan bahwa konsolidasi industri terjadi melalui rangkaian merger dan akuisisi besar. Dow dan DuPont bergabung, ChemChina membeli Syngenta, lalu Bayer membeli Monsanto.
Pada saat yang sama, perlindungan kekayaan intelektual membuat perusahaan memiliki insentif lebih besar untuk berinvestasi dalam pemuliaan dan bioteknologi.
USDA menemukan bahwa perluasan perlindungan kekayaan intelektual ikut mendorong investasi penelitian perusahaan benih. Tetapi, perlindungan tersebut juga meningkatkan kekuatan pasar perusahaan.
Di sinilah hubungan antara inovasi dan kekuasaan pasar menjadi penting.
Perusahaan membutuhkan modal besar untuk mengembangkan varietas baru. Namun, semakin mahal penelitian, semakin besar pula keuntungan dari skala ekonomi.
Perusahaan besar akhirnya memiliki kemampuan membeli perusahaan lain. Mereka juga mampu membiayai penelitian dalam jangka panjang.
Proses tersebut dapat memperkuat posisi mereka.
Benih bukan hanya soal benih
Salah satu perubahan terbesar dalam industri pertanian adalah hubungan antara benih dan teknologi.
Benih modern dapat membawa karakter tertentu yang disebut trait. Trait dapat memberikan toleransi terhadap herbisida atau ketahanan terhadap serangga.
Di Amerika Serikat, penggunaan benih hasil rekayasa genetika sangat luas.
Pada 2024, lebih dari 90 persen lahan jagung, kedelai, dan kapas Amerika Serikat menggunakan benih dengan setidaknya satu trait rekayasa genetika.
Teknologi tersebut memberikan manfaat produktivitas tertentu.
Namun, teknologi juga menciptakan hubungan baru antara benih, paten, regulasi, dan perusahaan.
USDA menemukan bahwa pasar traits rekayasa genetika cenderung lebih terkonsentrasi daripada pasar benih secara keseluruhan.
Jadi, kekuasaan tidak selalu berada pada benih fisiknya.
Sebagian kekuasaan berada pada teknologi yang membuat benih tersebut berbeda.
Mengapa petani bisa menjadi bergantung?
Ketergantungan tidak selalu berarti petani dipaksa membeli benih.
Ada alasan agronomis yang membuat petani memilih membeli benih baru.
Benih hibrida dapat memberikan performa tertentu yang sulit dipertahankan melalui penanaman ulang. FAO menjelaskan bahwa benih hibrida umumnya tidak menghasilkan keturunan yang mempertahankan karakter yang sama secara konsisten.
Karena itu, petani dapat memiliki alasan ekonomi untuk membeli benih baru setiap musim.
Kondisinya berbeda dengan banyak varietas yang dapat disimpan dan ditanam kembali.
Perbedaan tersebut membuat struktur pasar benih sangat penting.
Semakin luas penggunaan varietas yang membutuhkan pembelian berulang, semakin penting pula kemampuan perusahaan menyediakan benih secara konsisten.
Namun, kita juga tidak boleh menyederhanakan semua ketergantungan menjadi akibat perusahaan.
Pilihan petani dipengaruhi produktivitas, risiko penyakit, akses pasar, kualitas benih, iklim, modal, kebijakan, dan kondisi lokal.
Petani masih memiliki kekuatan yang sering dilupakan
Membahas dominasi perusahaan tidak berarti petani kehilangan seluruh kendali.
FAO membedakan sistem benih formal dan sistem benih lokal.
Dalam sistem lokal, petani dapat menyimpan benih dari panen, menukarnya dengan tetangga, atau memperolehnya melalui pasar lokal.
Sistem tersebut sangat penting bagi keragaman genetik.
Petani selama ribuan tahun telah memilih tanaman yang sesuai dengan lingkungan mereka.
Proses tersebut menghasilkan varietas lokal yang memiliki nilai ekonomi dan ekologis.
Karena itu, masa depan benih tidak hanya ditentukan oleh laboratorium perusahaan.
Ia juga ditentukan oleh petani, bank gen, lembaga penelitian publik, dan komunitas.
Masalah terbesar mungkin bukan siapa pemiliknya
Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah dunia memiliki cukup keragaman benih.
FAO menyebut sumber daya genetik tanaman sebagai dasar biologis ketahanan pangan. Hilangnya keragaman genetik dapat mengurangi kemampuan sistem pangan menghadapi perubahan lingkungan.
Bayangkan jika sebagian besar produksi pangan bergantung pada jumlah varietas yang semakin sedikit.
Satu penyakit baru dapat menjadi masalah besar.
Perubahan iklim juga dapat membuat varietas yang sebelumnya produktif menjadi kurang cocok.
Karena itu, keragaman bukan sekadar urusan konservasi.
Keragaman adalah bentuk asuransi bagi sistem pangan.
FAO bahkan menggambarkan keanekaragaman benih sebagai semacam perlindungan bagi produksi pangan menghadapi berbagai ancaman.
Konsentrasi benih bisa memengaruhi harga pangan
Benih merupakan salah satu input pertanian.
Ketika harga benih berubah, biaya produksi petani juga dapat berubah.
USDA menemukan bahwa harga yang dibayar petani untuk seluruh benih meningkat 270 persen antara 1990 dan 2020. Untuk tanaman yang didominasi benih GM, kenaikannya mencapai rata-rata 463 persen.
Namun, angka tersebut tidak berarti kenaikan harga benih otomatis menyebabkan harga pangan naik dalam proporsi yang sama.
Harga pangan dipengaruhi banyak faktor.
Energi, pupuk, tenaga kerja, cuaca, transportasi, perdagangan, nilai tukar, dan kebijakan juga berperan.
Karena itu, benih adalah salah satu bagian dari rantai harga pangan.
Ia bukan satu-satunya penyebab.
Hubungan tersebut menjadi penting ketika kita melihat mengapa harga beras terus menjadi persoalan bagi masyarakat.
Harga makanan di meja makan sebenarnya dipengaruhi oleh banyak keputusan yang dibuat jauh sebelumnya.
Benih juga menentukan masa depan petani
Perubahan iklim membuat pilihan varietas semakin penting.
Petani membutuhkan tanaman yang mampu menghadapi kekeringan, panas, penyakit, banjir, dan perubahan musim.
Di sinilah pemuliaan tanaman memiliki peran besar.
Perusahaan swasta dapat menyediakan investasi besar untuk penelitian. Lembaga publik juga memiliki peran penting dalam menjaga sumber daya genetik dan mengembangkan varietas.
Karena itu, persoalannya bukan memilih antara perusahaan dan petani.
Yang lebih penting adalah memastikan sistem benih menyediakan pilihan yang cukup luas.
Petani membutuhkan benih yang produktif.
Mereka juga membutuhkan benih yang sesuai dengan kondisi lokal.
Hal ini semakin penting ketika petani menghadapi perubahan iklim yang mengubah kondisi produksi.
Indonesia perlu melihat persoalan ini lebih serius
Indonesia memiliki sistem pangan yang sangat bergantung pada berbagai jenis benih.
Padi, jagung, kedelai, sayuran, buah, dan tanaman perkebunan memiliki struktur pasar yang berbeda.
Karena itu, Indonesia tidak bisa menggunakan satu pendekatan untuk semua tanaman.
Kebijakan benih perlu melihat siapa yang mengembangkan varietas. Kita juga perlu melihat siapa yang memproduksi dan mendistribusikannya.
Lembaga penelitian publik tetap penting.
Petani dan perusahaan lokal juga penting.
Perusahaan multinasional dapat membawa teknologi dan investasi.
Namun, sistem pangan yang sehat membutuhkan lebih dari satu sumber inovasi.
Ketahanan pangan tidak hanya berarti memiliki cukup makanan hari ini.
Ketahanan juga berarti memiliki kemampuan menghasilkan makanan ketika kondisi berubah.
Masa depan pangan membutuhkan lebih banyak pilihan
Konsentrasi pasar tidak otomatis berarti sesuatu yang buruk.
Perusahaan besar dapat membawa modal, teknologi, penelitian, dan jaringan distribusi yang sulit dibangun perusahaan kecil.
OECD sendiri menekankan bahwa konsentrasi pasar harus dianalisis berdasarkan tanaman dan negara. Dampaknya tidak bisa disimpulkan hanya dari angka konsentrasi global.
Masalah muncul ketika konsentrasi mengurangi pilihan.
Masalah juga muncul ketika akses terhadap genetika dan teknologi menjadi terlalu sempit.
Karena itu, kebijakan persaingan tetap penting.
Begitu pula akses terhadap sumber daya genetik.
Lembaga publik juga perlu menjaga penelitian yang tidak sepenuhnya bergantung pada kepentingan komersial.
Keragaman sistem benih akhirnya menjadi bagian dari ketahanan pangan.
Kita membutuhkan perusahaan besar.
Kita juga membutuhkan perusahaan kecil.
Kita membutuhkan lembaga penelitian.
Kita membutuhkan bank gen.
Kita membutuhkan petani yang tetap mampu menyimpan dan mengembangkan benih lokal.
Jadi, siapa sebenarnya yang mengendalikan benih pangan dunia?
Jawabannya adalah tidak ada satu pengendali tunggal.
Namun, pasar benih komersial tanaman utama memang sangat terkonsentrasi.
Bayer, Corteva, Syngenta, dan BASF merupakan empat pemain utama yang sering muncul dalam analisis konsentrasi industri benih. USDA menyebut keempatnya menguasai mayoritas pasar benih tanaman dan bahan kimia pertanian dalam konteks pasar global yang dianalisisnya.
Bayer dan Corteva memiliki posisi sangat kuat pada beberapa tanaman utama di Amerika Serikat.
Syngenta memiliki bisnis benih global yang besar.
BASF menjadi pemain penting setelah mengambil aset yang dilepas Bayer.
Tetapi perusahaan-perusahaan tersebut tidak memiliki seluruh benih dunia.
Di luar mereka terdapat perusahaan benih lain, lembaga penelitian, bank gen, pemerintah, dan sistem benih petani.
Karena itu, pertanyaan tentang benih sebenarnya membawa kita pada pertanyaan yang lebih besar.
Siapa yang menentukan varietas yang dikembangkan?
Siapa yang memiliki teknologi di baliknya?
Siapa yang menentukan akses terhadap genetika?
Siapa yang menanggung biaya ketika varietas tertentu gagal menghadapi perubahan iklim?
Dan yang paling penting, apakah petani masih memiliki cukup banyak pilihan?
Masa depan pangan tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak makanan yang dapat kita produksi.
Masa depan juga ditentukan oleh siapa yang mengendalikan pilihan di balik makanan tersebut.
Jika benih adalah awal dari sistem pangan, seberapa besar pilihan yang seharusnya tetap berada di tangan petani dan masyarakat?
FAQ
Apakah satu perusahaan menguasai seluruh benih dunia?
Tidak. Pasar benih berbeda berdasarkan tanaman, negara, teknologi, dan sistem pertanian.
Siapa empat perusahaan terbesar dalam industri benih?
USDA mengidentifikasi Bayer, Corteva, Syngenta Group, dan BASF sebagai empat perusahaan utama dalam pasar terkait.
Apakah Bayer masih memiliki bisnis benih?
Ya. Bayer tetap memiliki bisnis Seeds & Traits dan berbagai program pemuliaan tanaman. Namun, sebagian aset benihnya dijual kepada BASF setelah akuisisi Monsanto.
Mengapa benih hibrida sering harus dibeli kembali?
Benih hibrida umumnya tidak mempertahankan kombinasi sifat induknya secara konsisten pada generasi berikutnya. Karena itu, hasil penanaman ulang dapat berbeda.
Apakah petani selalu bergantung pada perusahaan benih?
Tidak. Petani juga memperoleh benih melalui penyimpanan sendiri, pertukaran, pasar lokal, komunitas, dan sistem publik.
Apakah konsentrasi industri benih selalu buruk?
Tidak selalu. Konsentrasi dapat berkaitan dengan investasi besar dalam penelitian dan inovasi. Namun, konsentrasi juga dapat menimbulkan persoalan persaingan dan pilihan.
Mengapa keragaman benih penting?
Keragaman meningkatkan pilihan genetik yang dapat membantu sistem pangan menghadapi penyakit, perubahan iklim, dan gangguan lingkungan.
Rekomendasi Internal Link
- Masa Depan Pangan — untuk memperluas pembahasan tentang sistem pangan masa depan.
- Harga Beras Naik — untuk menghubungkan benih dengan struktur harga pangan.
- Petani dan Perubahan Iklim — untuk menjelaskan kebutuhan varietas yang adaptif.
Rekomendasi External Reference
- USDA — Concentration and Competition in U.S. Agribusiness — sumber utama mengenai konsentrasi industri benih.
- USDA — Two Companies Accounted for More Than Half of U.S. Seed Sales — data Bayer dan Corteva pada jagung, kedelai, dan kapas.
- OECD — Concentration in Seed Markets — analisis konsentrasi berdasarkan tanaman dan negara.
- FAO — What Are Seed Systems? — konteks sistem benih formal dan sistem benih petani.
- Syngenta Group — 2025 Full Year Results — data terbaru mengenai bisnis benih Syngenta.










Leave a Reply
View Comments