Siapa yang Bertanggung Jawab atas Perubahan Iklim?

Ilustrasi kontras antara kawasan industri dengan emisi tinggi dan lingkungan berkelanjutan yang memanfaatkan energi terbarukan sebagai gambaran tanggung jawab terhadap perubahan iklim
Perubahan iklim tidak lahir dari satu penyebab atau satu pelaku. Mengurangi dampaknya membutuhkan tanggung jawab bersama, mulai dari kebijakan pemerintah, transformasi industri, hingga pilihan yang kita ambil setiap hari.

Ketika banjir datang lebih sering udara terasa semakin panas atau musim tidak lagi dapat diprediksi pertanyaan yang hampir selalu muncul adalah siapa yang bertanggung jawab atas perubahan iklim

Banyak orang langsung menjawab manusia

Jawaban itu tidak salah Namun juga belum sepenuhnya benar

Tidak semua manusia menghasilkan emisi yang sama Tidak semua negara menikmati manfaat industrialisasi dalam jumlah yang sama Bahkan tidak semua generasi memiliki kesempatan yang sama untuk menentukan arah pembangunan yang membawa kita ke situasi hari ini

Karena itu memahami siapa yang bertanggung jawab atas perubahan iklim berarti melihat persoalan ini dari sudut pandang yang lebih luas sains sejarah ekonomi dan keadilan

Infografik menunjukkan penyebab utama perubahan iklim emisi gas rumah kaca dari industri transportasi dan deforest

Perubahan Iklim Memang Dipicu Manusia Tetapi Tidak Semua Manusia Sama

Selama lebih dari satu abad pembakaran batu bara minyak bumi dan gas alam telah meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer

Laporan terbaru dari IPCC menunjukkan dengan tingkat keyakinan yang sangat tinggi bahwa aktivitas manusia merupakan penyebab utama pemanasan global sejak pertengahan abad ke 20

Namun menyebut manusia sebagai penyebab utama sering kali menyederhanakan persoalan

Seorang petani di desa terpencil tentu tidak memiliki jejak karbon yang sama dengan industri besar yang membakar jutaan ton bahan bakar fosil setiap tahun


Sejarah Membentuk Ketimpangan Emisi

Sebagian besar emisi karbon yang masih berada di atmosfer saat ini berasal dari proses industrialisasi yang dimulai lebih dari 150 tahun lalu

Negara negara maju membangun pertumbuhan ekonominya melalui energi fosil jauh sebelum isu perubahan iklim menjadi perhatian dunia

Sementara itu banyak negara berkembang baru mulai meningkatkan konsumsi energinya ketika dampak perubahan iklim sudah mulai dirasakan

Inilah mengapa pembahasan mengenai keadilan iklim menjadi semakin penting DYB juga membahas bagaimana keadilan lingkungan berkaitan dengan distribusi manfaat dan beban pembangunan


Apakah Perusahaan Juga Bertanggung Jawab

Jawabannya adalah ya

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar emisi industri berasal dari sektor energi pertambangan semen baja dan industri berat lainnya

Namun persoalannya tidak berhenti di sana

Perusahaan juga memproduksi barang yang digunakan masyarakat setiap hari

Artinya hubungan antara produsen dan konsumen tidak dapat dipisahkan

Karena itu pertanyaan yang lebih relevan bukan hanya siapa yang menghasilkan emisi tetapi juga bagaimana sistem ekonomi mendorong pola produksi dan konsumsi yang terus meningkatkan emisi

Fenomena ini berkaitan erat dengan praktik greenwashing ketika perusahaan membangun citra hijau tanpa perubahan yang berarti


Apakah Konsumen Tidak Memiliki Peran

Setiap keputusan membeli bepergian mengonsumsi energi atau membuang sampah memang menghasilkan jejak karbon

Namun tanggung jawab individu tidak dapat dilepaskan dari pilihan yang tersedia

Sulit meminta masyarakat menggunakan transportasi umum apabila aksesnya terbatas

Sulit mengurangi plastik sekali pakai apabila hampir seluruh produk masih dikemas dengan plastik

Karena itu perubahan perilaku individu harus berjalan bersama perubahan kebijakan dan transformasi industri

Memahami gaya hidup rendah karbon dapat menjadi salah satu langkah awal DYB


Perubahan Iklim Juga Tentang Politik

Di balik setiap pembangkit listrik izin tambang pembukaan hutan maupun pembangunan kota terdapat keputusan politik

Pemerintah menentukan arah kebijakan energi

Lembaga keuangan menentukan ke mana investasi mengalir

Perusahaan menentukan model bisnis

Masyarakat menentukan pilihan politik dan konsumsi

Karena itu perubahan iklim tidak pernah menjadi persoalan lingkungan semata

Ia juga merupakan persoalan tata kelola distribusi kekuasaan dan keberanian mengambil keputusan jangka panjang


Tanggung Jawab Tidak Selalu Berarti Kesalahan

Dalam banyak diskusi kata bertanggung jawab sering dipahami sebagai siapa yang harus disalahkan

Padahal tanggung jawab juga berarti siapa yang memiliki kemampuan untuk memperbaiki keadaan

Negara dengan emisi besar memiliki tanggung jawab lebih besar

Perusahaan dengan keuntungan besar memiliki kemampuan lebih besar

Masyarakat memiliki ruang untuk mengubah pola konsumsi

Dan generasi muda memiliki kesempatan untuk menentukan arah pembangunan di masa depan

Semua memiliki peran meskipun tidak dalam porsi yang sama


Kesimpulan

Pertanyaan siapa yang bertanggung jawab atas perubahan iklim tidak dapat dijawab hanya dengan menunjuk satu pihak

Aktivitas manusia memang menjadi penyebab utama pemanasan global Namun di baliknya terdapat sejarah industrialisasi sistem ekonomi kebijakan politik pola konsumsi dan ketimpangan pembangunan yang saling berkaitan

Karena itu perubahan iklim bukan hanya tentang siapa yang paling banyak menghasilkan emisi tetapi juga tentang siapa yang memiliki keberanian untuk mengubah arah masa depan

Mungkin pertanyaan yang lebih penting bukan lagi siapa yang harus disalahkan melainkan siapa yang bersedia mengambil tanggung jawab mulai hari ini


Tonton Video Terkait

Jangan Lewatkan Tonton Video di Atas dan Pelajari Lebih Dalam

Klik Disini Untuk Info Selengkapnya

author avatar
Rully Syumanda