Banyak anak muda disebut terlalu cemas. Tetapi bagaimana jika kecemasan itu bukan kelemahan, melainkan respons yang masuk akal terhadap dunia yang semakin tidak pasti?

Apakah hidup akan semakin mahal? Ketika cuaca berubah, yang pertama kali terasa mungkin bukan bencana, melainkan tagihan yang terus bertambah.

Banyak keputusan yang menentukan masa depan dibuat sebelum kita cukup umur untuk memilih. Tetapi akibatnya akan tinggal bersama kita jauh lebih lama.

Pencemaran sungai jarang datang dengan sirene. Ia datang pelan: air berubah warna, ikan mati, anak batuk. Dan kita diajari menyebutnya biasa.

Selamatkan bumi terdengar mulia, tapi siapa yang sebenarnya sedang kalah duluan: planetnya, atau manusia yang makin sulit hidup layak?

Milenial dan Gen Z tidak cuma mewarisi krisis iklim, tapi juga tagihan politik yang tak mereka buat.

Kita tak lagi sekadar hidup di era plastik — kita perlahan jadi bagian darinya.

Ancaman penyakit dari perubahan iklim lahir dari ketidakseimbangan bumi—bukan kutukan alam, tapi akibat dari cara hidup kita sendiri.