Ekologi Politik

Ekologi Politik muncul terkait sumberdaya alam selama ini disikapi sebagai masalah teknis, implekasinya, kebijakan yang diterapkan-pun bersifat teknis. Sebagai contoh, Ketika terjadi banjir di wilayah Jakarta, maka yang dicari solusi adalah bagaimana pompanisasi air dan normalisasi saluran kanal yang menghubungkan ujung Jakarta. Pun Ketika ada masalah pencemaran suangai di wilayah pertambangan di Kalimantan timur, solusi yang diambil adalah mencari teknologi yang ramah lingkungan yang tidak mengganggu ekosistem air. Pertanyaanya sekarang, apakah solusi tersebut keliru?

Tentu saja tidak. Semua pengambil kebijakan memiliki cara yang berbeda dalam mengatasi masalah yang ada. Namun, selama masalah sumberdaya dipahami sebagai masalah yang sifatnya teknis, maka solusi yang diambil oleh para pengambil kebijakan-pun akan teknis. Pertanyaan selanjutnya, apakah solusi teknis yang diambil dapat menyelesaikan masalah atau justru akan menimbulkan masalah baru?. Apakah Ketika banjir melanda dan diatasi dengan normalisasi lalu masalah bisa selesai?, siapa yang terdampak dari masalah dan kebijakan yang diambil? Bukankah rakyat, negara, pengusaha, pedagang juga ikut terdampak dari masalah tersebut?.

18 Likes

Author: Rully Syumanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *